Tadabbur Q.S AL BAQARAH :17-24
๐Q.S AL BAQARAH :17-24๐
2:17 ู َุซَُُููู ْ َูู َุซَِู ุงَّูุฐِู ุงุณْุชََْููุฏَ َูุงุฑًุง ََููู َّุง ุฃَุถَุงุกَุชْ ู َุง ุญََُْููู ุฐََูุจَ ุงَُّููู ุจُِููุฑِِูู ْ َูุชَุฑََُููู ْ ِูู ุธُُูู َุงุชٍ َูุง ُูุจْุตِุฑَُูู
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
2:18 ุตُู ٌّ ุจُْูู ٌ ุนُู ٌْู َُููู ْ َูุง َูุฑْุฌِุนَُูู
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
2:19 ุฃَْู َูุตَِّูุจٍ ู َِู ุงูุณَّู َุงุกِ ِِููู ุธُُูู َุงุชٌ َูุฑَุนْุฏٌ َูุจَุฑٌْู َูุฌْุนََُููู ุฃَุตَุงุจِุนَُูู ْ ِูู ุขุฐَุงِِููู ْ ู َِู ุงูุตََّูุงุนِِู ุญَุฐَุฑَ ุงْูู َْูุชِ ۚ َูุงَُّููู ู ُุญِูุทٌ ุจِุงَْููุงِูุฑَِูู
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
2:20 ََููุงุฏُ ุงْูุจَุฑُْู َูุฎْุทَُู ุฃَุจْุตَุงุฑَُูู ْ ۖ َُّููู َุง ุฃَุถَุงุกَ َُููู ْ ู َุดَْูุง ِِููู َูุฅِุฐَุง ุฃَุธَْูู َ ุนََِْูููู ْ َูุงู ُูุง ۚ ََْููู ุดَุงุกَ ุงَُّููู َูุฐََูุจَ ุจِุณَู ْุนِِูู ْ َูุฃَุจْุตَุงุฑِِูู ْ ۚ ุฅَِّู ุงََّููู ุนََٰูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
2:21 َูุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุงุนْุจُุฏُูุง ุฑَุจَُّูู ُ ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู ْ َูุงَّูุฐَِูู ู ِْู َูุจُِْููู ْ َูุนََُّููู ْ ุชَุชََُّููู
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
2:22 ุงَّูุฐِู ุฌَุนََู َُููู ُ ุงْูุฃَุฑْุถَ ِูุฑَุงุดًุง َูุงูุณَّู َุงุกَ ุจَِูุงุกً َูุฃَْูุฒََู ู َِู ุงูุณَّู َุงุกِ ู َุงุกً َูุฃَุฎْุฑَุฌَ ุจِِู ู َِู ุงูุซَّู َุฑَุงุชِ ุฑِุฒًْูุง َُููู ْ ۖ ََููุง ุชَุฌْุนَُููุง َِِّููู ุฃَْูุฏَุงุฏًุง َูุฃَْูุชُู ْ ุชَุนَْูู َُูู
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
2:23 َูุฅِْู ُْููุชُู ْ ِูู ุฑَْูุจٍ ู ِู َّุง َูุฒََّْููุง ุนََٰูู ุนَุจْุฏَِูุง َูุฃْุชُูุง ุจِุณُูุฑَุฉٍ ู ِْู ู ِุซِِْูู َูุงุฏْุนُูุง ุดَُูุฏَุงุกَُูู ْ ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู ุฅِْู ُْููุชُู ْ ุตَุงุฏَِِููู
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
2:24 َูุฅِْู َูู ْ ุชَْูุนَُููุง ََْููู ุชَْูุนَُููุง َูุงุชَُّููุง ุงَّููุงุฑَ ุงَّูุชِู َُูููุฏَُูุง ุงَّููุงุณُ َูุงْูุญِุฌَุงุฑَุฉُ ۖ ุฃُุนِุฏَّุชْ َِْูููุงِูุฑَِูู
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
☘๐☘๐☘๐☘๐☘๐
๐Tadabbur Ayat๐
๐ฅAyat 17 - 20 Allah perumpamakan kehidupan orang-orang munafik seperti orang yang kehilangan cahaya dalam suasana yang gelap, hujan deras, ditambah adanya halilintar dan kilat menyambar silih berganti. Jalan nyaman dikehidupannya sekilas-kilas saja, mereka mengandalkan kebaikan orang-orang disekitarnya. Jiwanya rapuh diliputi kecemasan, ketakutan, serba salah, dan kebingungan yang silih berganti. Mereka seperti orang tuli, bisu, dan buta ditengah terang benerangnya dunia. Bisa jadi Allah bukakan keburukan mereka, ataupun orang-orang mukmin pun bisa menilai dari perangai yang sering ia tampilkan, namun Allah lah yang lebih tahu tentang urusan hati seseorang, dan Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.
๐ฅAyat 21 - 24 Allah mengingatkan akan tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi padaNya. Yang demikian itu karena Allah lah yang menciptakannya dan yang memberikan tempat yang nyaman di alam dunia ini dengan beraneka ragam kebutuhan hidup yang tersedia. Maka sepantasnyalah manusia beribadah padaNya dengan tanpa mempersekutukanNya, dan mengikuti petunjukNya yang telah dituangkan dalam ayat-ayatNya, yaitu Al Quran yang telah terbukti kebenarannya. Jika ada yang masih meragukan akan kebenaran Al Quran, maka Allah tantang untuk membuat semisal Al Quran, dan Allah menjamin tidak ada yang bisa menandinginya. Itulah kebenaran wahyu Allah yang diturunkan sebagai pedoman hidup manusia untuk meraih kebahagian hidup bahagia dunia akhirat dan selamat dari api neraka.
Hadits yang berhubungan dengan ayat 21 : Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abu Khalaf (yaitu Musa ibnu Khalaf, beliau termasuk wali abdal), telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, dari Zaid ibnu Salam, dari kakeknya (Mamtur), dari Al-Haris Al-Asy'ari, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt. memerintahkan kepada Yahya ibnu Zakaria a.s. untuk mengamalkan lima kalimat dan memerintahkan kepada Bani Israil untuk mengamalkannya. Akan tetapi, hampir saja Yahya a.s. terlambat mengamalkannya, lalu Isa a.s. berkata kepadanya, 'Sesungguhnya kamu telah diperintahkan untuk mengamalkan lima kalimat. Kamu pun memerintahkan kepada Bani Israil agar mereka mengamalkannya. Apakah kamu yang menyampaikan, atau diriku yang menyampaikannya?' Yahya menjawab, 'Hai Saudaraku, sesungguhnya aku merasa takut jika kamu yang menyampaikannya, nanti aku akan diazab atau dikutuk.' Kemudian Yahya ibnu Zakaria mengumpulkan kaum Bani Israil di Baitul Muqaddas hingga masjid menjadi penuh oleh mereka. Yahya duduk di atas tempat yang tinggi, lalu memuji dan menyanjung Allah Swt. Kemudian ia mengatakan, 'Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku untuk mengamalkan lima kalimat. Dia memerintahkan pula kepada kalian agar mengamalkannya. Pertama, hendaklah kalian menyembah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah itu seperti keadaan seorang lelaki yang membeli seorang budak dengan uangnya sendiri secara murni, baik uang perak ataupun uang emas. Lalu si budak bekerja dan memberikan hasil penjualan jasanya itu kepada selain tuannya. Maka siapakah di antara kalian yang suka diperlakukan seperti demikian? Sesungguhnya Allah-lah yang menciptakan kalian dan yang memberi rezeki kalian. Maka sembahlah Dia oleh kalian dan jangan kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Allah memerintahkan kalian untuk mengerjakan salat, karena sesungguhnya Zat Allah berada di hadapan hamba-Nya selagi si hamba (yang sedang salat itu) tidak menoleh. Karena itu, apabila kalian sedang salat, janganlah kalian menoleh. Allah telah memerintahkan kalian puasa, karena sesungguhnya perumpamaan puasa itu seperti keadaan seorang lelaki yang membawa sebotol minyak kesturi berada di tengah-tengah segolongan kaum, lalu mereka dapat mencium bau wangi minyak kesturinya. Sesungguhnya bau mulut orang yang sedang puasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak kesturi. Allah memerintahkan kalian untuk bersedekah, karena sesungguhnya perurnpamaan sedekah itu seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh, dan mengikat kedua tangannya ke lehernya, lalu mengajukannya untuk menjalani hukuman pancung. Kemudian lelaki itu berkata, 'Bolehkah aku menebus diriku dari kalian?' Lalu lelaki itu menebus dirinya dengan semua miliknya, baik yang bernilai murah maupun yang bernilai mahal, hingga dirinya terbebas. Allah memerintahkan kalian untuk berzikir dengan banyak mengingat Allah, karena sesungguhnya perurnpamaan hal ini seperti keadaan seorang lelaki yang dikejar-kejar musuh yang memburunya dengan cepat dari belakang. Kemudian lelaki itu sampai ke suatu benteng, lalu ia berlindung di dalam benteng itu (dari kejaran musuhnya). Sesungguhnya tempat yang paling kuat bagi seorang hamba untuk melindungi dirinya dari setan ialah bila ia selalu dalam keadaan berzikir mengingat Allah'."
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: Dan aku perintahkan kalian untuk mengerjakan lima perkara yang telah diperintahkan oleh Allah kepadaku, yaitu (menetapi) jamaah (persatuan), tunduk dan taat (kepada ulil amri), dan hijrah serta jihad di jalan Allah. Karena sesungguhnya barang siapa yang keluar dari jamaah dalam jarak satu jengkal, berarti dia telah rnenanggalkan ikalan Islam dari lehernya, kecuali jika ia bertobat. Barang siapa yang memanggil dengan memakai seruan Jahiliyah. maka ia dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan berlutut. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, sekalipun dia puasa dan salat?" Beliau Saw. menjawab, "Sekalipun dia salat dan puasa, serta mengaku dirinya muslim. Maka panggillah orang-orang muslim dengan nama-namanya sesuai dengan nama yang telah diberikan oleh Allah buat mereka; orang-orang muslim dan orang-orang mukmin adalah hamba-hamba Allah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Tadabbur by team Asatidz
2:17 ู َุซَُُููู ْ َูู َุซَِู ุงَّูุฐِู ุงุณْุชََْููุฏَ َูุงุฑًุง ََููู َّุง ุฃَุถَุงุกَุชْ ู َุง ุญََُْููู ุฐََูุจَ ุงَُّููู ุจُِููุฑِِูู ْ َูุชَุฑََُููู ْ ِูู ุธُُูู َุงุชٍ َูุง ُูุจْุตِุฑَُูู
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
2:18 ุตُู ٌّ ุจُْูู ٌ ุนُู ٌْู َُููู ْ َูุง َูุฑْุฌِุนَُูู
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
2:19 ุฃَْู َูุตَِّูุจٍ ู َِู ุงูุณَّู َุงุกِ ِِููู ุธُُูู َุงุชٌ َูุฑَุนْุฏٌ َูุจَุฑٌْู َูุฌْุนََُููู ุฃَุตَุงุจِุนَُูู ْ ِูู ุขุฐَุงِِููู ْ ู َِู ุงูุตََّูุงุนِِู ุญَุฐَุฑَ ุงْูู َْูุชِ ۚ َูุงَُّููู ู ُุญِูุทٌ ุจِุงَْููุงِูุฑَِูู
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
2:20 ََููุงุฏُ ุงْูุจَุฑُْู َูุฎْุทَُู ุฃَุจْุตَุงุฑَُูู ْ ۖ َُّููู َุง ุฃَุถَุงุกَ َُููู ْ ู َุดَْูุง ِِููู َูุฅِุฐَุง ุฃَุธَْูู َ ุนََِْูููู ْ َูุงู ُูุง ۚ ََْููู ุดَุงุกَ ุงَُّููู َูุฐََูุจَ ุจِุณَู ْุนِِูู ْ َูุฃَุจْุตَุงุฑِِูู ْ ۚ ุฅَِّู ุงََّููู ุนََٰูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
2:21 َูุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุงุนْุจُุฏُูุง ุฑَุจَُّูู ُ ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู ْ َูุงَّูุฐَِูู ู ِْู َูุจُِْููู ْ َูุนََُّููู ْ ุชَุชََُّููู
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
2:22 ุงَّูุฐِู ุฌَุนََู َُููู ُ ุงْูุฃَุฑْุถَ ِูุฑَุงุดًุง َูุงูุณَّู َุงุกَ ุจَِูุงุกً َูุฃَْูุฒََู ู َِู ุงูุณَّู َุงุกِ ู َุงุกً َูุฃَุฎْุฑَุฌَ ุจِِู ู َِู ุงูุซَّู َุฑَุงุชِ ุฑِุฒًْูุง َُููู ْ ۖ ََููุง ุชَุฌْุนَُููุง َِِّููู ุฃَْูุฏَุงุฏًุง َูุฃَْูุชُู ْ ุชَุนَْูู َُูู
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
2:23 َูุฅِْู ُْููุชُู ْ ِูู ุฑَْูุจٍ ู ِู َّุง َูุฒََّْููุง ุนََٰูู ุนَุจْุฏَِูุง َูุฃْุชُูุง ุจِุณُูุฑَุฉٍ ู ِْู ู ِุซِِْูู َูุงุฏْุนُูุง ุดَُูุฏَุงุกَُูู ْ ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู ุฅِْู ُْููุชُู ْ ุตَุงุฏَِِููู
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
2:24 َูุฅِْู َูู ْ ุชَْูุนَُููุง ََْููู ุชَْูุนَُููุง َูุงุชَُّููุง ุงَّููุงุฑَ ุงَّูุชِู َُูููุฏَُูุง ุงَّููุงุณُ َูุงْูุญِุฌَุงุฑَุฉُ ۖ ุฃُุนِุฏَّุชْ َِْูููุงِูุฑَِูู
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
☘๐☘๐☘๐☘๐☘๐
๐Tadabbur Ayat๐
๐ฅAyat 17 - 20 Allah perumpamakan kehidupan orang-orang munafik seperti orang yang kehilangan cahaya dalam suasana yang gelap, hujan deras, ditambah adanya halilintar dan kilat menyambar silih berganti. Jalan nyaman dikehidupannya sekilas-kilas saja, mereka mengandalkan kebaikan orang-orang disekitarnya. Jiwanya rapuh diliputi kecemasan, ketakutan, serba salah, dan kebingungan yang silih berganti. Mereka seperti orang tuli, bisu, dan buta ditengah terang benerangnya dunia. Bisa jadi Allah bukakan keburukan mereka, ataupun orang-orang mukmin pun bisa menilai dari perangai yang sering ia tampilkan, namun Allah lah yang lebih tahu tentang urusan hati seseorang, dan Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.
๐ฅAyat 21 - 24 Allah mengingatkan akan tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi padaNya. Yang demikian itu karena Allah lah yang menciptakannya dan yang memberikan tempat yang nyaman di alam dunia ini dengan beraneka ragam kebutuhan hidup yang tersedia. Maka sepantasnyalah manusia beribadah padaNya dengan tanpa mempersekutukanNya, dan mengikuti petunjukNya yang telah dituangkan dalam ayat-ayatNya, yaitu Al Quran yang telah terbukti kebenarannya. Jika ada yang masih meragukan akan kebenaran Al Quran, maka Allah tantang untuk membuat semisal Al Quran, dan Allah menjamin tidak ada yang bisa menandinginya. Itulah kebenaran wahyu Allah yang diturunkan sebagai pedoman hidup manusia untuk meraih kebahagian hidup bahagia dunia akhirat dan selamat dari api neraka.
Hadits yang berhubungan dengan ayat 21 : Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abu Khalaf (yaitu Musa ibnu Khalaf, beliau termasuk wali abdal), telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, dari Zaid ibnu Salam, dari kakeknya (Mamtur), dari Al-Haris Al-Asy'ari, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt. memerintahkan kepada Yahya ibnu Zakaria a.s. untuk mengamalkan lima kalimat dan memerintahkan kepada Bani Israil untuk mengamalkannya. Akan tetapi, hampir saja Yahya a.s. terlambat mengamalkannya, lalu Isa a.s. berkata kepadanya, 'Sesungguhnya kamu telah diperintahkan untuk mengamalkan lima kalimat. Kamu pun memerintahkan kepada Bani Israil agar mereka mengamalkannya. Apakah kamu yang menyampaikan, atau diriku yang menyampaikannya?' Yahya menjawab, 'Hai Saudaraku, sesungguhnya aku merasa takut jika kamu yang menyampaikannya, nanti aku akan diazab atau dikutuk.' Kemudian Yahya ibnu Zakaria mengumpulkan kaum Bani Israil di Baitul Muqaddas hingga masjid menjadi penuh oleh mereka. Yahya duduk di atas tempat yang tinggi, lalu memuji dan menyanjung Allah Swt. Kemudian ia mengatakan, 'Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku untuk mengamalkan lima kalimat. Dia memerintahkan pula kepada kalian agar mengamalkannya. Pertama, hendaklah kalian menyembah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah itu seperti keadaan seorang lelaki yang membeli seorang budak dengan uangnya sendiri secara murni, baik uang perak ataupun uang emas. Lalu si budak bekerja dan memberikan hasil penjualan jasanya itu kepada selain tuannya. Maka siapakah di antara kalian yang suka diperlakukan seperti demikian? Sesungguhnya Allah-lah yang menciptakan kalian dan yang memberi rezeki kalian. Maka sembahlah Dia oleh kalian dan jangan kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Allah memerintahkan kalian untuk mengerjakan salat, karena sesungguhnya Zat Allah berada di hadapan hamba-Nya selagi si hamba (yang sedang salat itu) tidak menoleh. Karena itu, apabila kalian sedang salat, janganlah kalian menoleh. Allah telah memerintahkan kalian puasa, karena sesungguhnya perumpamaan puasa itu seperti keadaan seorang lelaki yang membawa sebotol minyak kesturi berada di tengah-tengah segolongan kaum, lalu mereka dapat mencium bau wangi minyak kesturinya. Sesungguhnya bau mulut orang yang sedang puasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak kesturi. Allah memerintahkan kalian untuk bersedekah, karena sesungguhnya perurnpamaan sedekah itu seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh, dan mengikat kedua tangannya ke lehernya, lalu mengajukannya untuk menjalani hukuman pancung. Kemudian lelaki itu berkata, 'Bolehkah aku menebus diriku dari kalian?' Lalu lelaki itu menebus dirinya dengan semua miliknya, baik yang bernilai murah maupun yang bernilai mahal, hingga dirinya terbebas. Allah memerintahkan kalian untuk berzikir dengan banyak mengingat Allah, karena sesungguhnya perurnpamaan hal ini seperti keadaan seorang lelaki yang dikejar-kejar musuh yang memburunya dengan cepat dari belakang. Kemudian lelaki itu sampai ke suatu benteng, lalu ia berlindung di dalam benteng itu (dari kejaran musuhnya). Sesungguhnya tempat yang paling kuat bagi seorang hamba untuk melindungi dirinya dari setan ialah bila ia selalu dalam keadaan berzikir mengingat Allah'."
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: Dan aku perintahkan kalian untuk mengerjakan lima perkara yang telah diperintahkan oleh Allah kepadaku, yaitu (menetapi) jamaah (persatuan), tunduk dan taat (kepada ulil amri), dan hijrah serta jihad di jalan Allah. Karena sesungguhnya barang siapa yang keluar dari jamaah dalam jarak satu jengkal, berarti dia telah rnenanggalkan ikalan Islam dari lehernya, kecuali jika ia bertobat. Barang siapa yang memanggil dengan memakai seruan Jahiliyah. maka ia dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan berlutut. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, sekalipun dia puasa dan salat?" Beliau Saw. menjawab, "Sekalipun dia salat dan puasa, serta mengaku dirinya muslim. Maka panggillah orang-orang muslim dengan nama-namanya sesuai dengan nama yang telah diberikan oleh Allah buat mereka; orang-orang muslim dan orang-orang mukmin adalah hamba-hamba Allah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Tadabbur by team Asatidz
Komentar
Posting Komentar